Muhammad Hafid Arbiraya NIM:1888201057
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Candi Kalicilik Adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Candi Kalicilik berjarak kurang lebih dua puluh enam kilometer dari pusat Kota Blitar. Akses menuju Candi Kalicilik dapat dilewati dengan bersepeda motor atau pun mobil dan terbilang mudah. Perjalanan menuju Candi Kalicilik dengan melewati jalur Kediri-Blitar. Tepat di perempatan (poluhan) lalu mengambil jalur ke utara sepanjang 16 kilometer.
Selanjutnya di Desa Bacem dapat ditemukan sebuah papan yang menjelaskan rute menuju candi. Selebihnya perjalanan di lakukan dengan mengikuti rute yang terdapat pada peta dan bertanya pada warga Sekitar.
Candi Kalicilik sudah memiliki pagar pelindung dengan luas 15 x 15 meter persegi.Candi ini memiliki tinggi bangunan 8,3 meter dan luas 6,8 x 6,8 meter persegi. Dengan tinggi yang sedemikian Candi Kalicilik sudah tidak memiliki puncak candi. Candi Kalicilik ini terdiri atas tiga bagian yaitu candi, tubuh candi dan atap candi. Pintu candi menghadap ke arah barat. Candi Kalicilik memiliki satu pintu di sisi barat dan tiga pintu semu di sisi lainnya. Untuk memasuki bilik pada candi tesebut pengunjung harus menaiki anak tangga dengan lebar 50 cm dan tinggi 2 meter. Pada dinding bilik Candi Kalicilik terdapat relief Dewa Surya yang dikelilingi oleh sinar matahari.
Candi Kalicilik dibangun pada masa Kerajaan Majapahit periode Kediri yang dipimpin oleh Raja Tribuwana Wijaya Tunggal Dewi. Candi Kalicilik dibangun pada tahun 1349 M. Hal itu diketahui dengan pahatan angka pada candi tertera 1271 Saka. Candi Kalicilik ini terbuat dari batu bata merah dan batuan andesit yang disusun dengan sistem gosok. `Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini pernah dipugar pada tahun 1913 oleh pemerintah Belanda saat menjajah Indonesia. Untuk mengantisipasi dari keruntuhan maka diadakan pemugaran dan pemugaran terakhir dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1993. Pemugaran pada tahun 1993 ini hanya pada kaki candi.
Ketika memasuki bagian dalam candi pada langit-langit akan ditemukan sebuah hiasan yang disebut dengan Surya Majapahit. Dengan mengetahui bentuk Surya Majapahit itu, pembangunan candi juga dapat diketahui. Karena pada setiap periode memiliki bentuk Surya Majapahit yang berbeda-beda.
Di atas empat pintu candi itu, berhias Kepala Kala yang terlihat sangar-sangar dan garang. Yang menarik dari hiasan Kepala Kala ini yaitu bertaring ganda, atas dan bawah sehingga berjumlah empat. Telinganya lebar dan memakai perhiasan berupa permata berbentuk tengkorak kepala manusia. Selain itu, awalnya di sisi kanan dan sisi kiri anak tangga terdapat dua arca mahakala yang berfungsi sebagai arca penjaga yang sekarang sudah tidak ada karena diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Candi Kalicilik memiliki sejumlah nama. Dalam catatan Raffles tahun 1817 candi ini disebut Candi Geneng. Dalam catatan Hoepermans tahun 1866 candi ini disebut Candi Puton (Poetton). Dalam koleksi digital perpustakaan Universitas Leiden dijumpai adanya arca nandiswara atau mungkin arca mahakala pada candi ini. Nandiswara maupun Mahakala merupakan tokoh-tokoh dalam agama Hindu.
Rata-rata pengunjung dalam 1 bulan +/- 200 orang dari seluruh kalangan.
Yang menjadi daya tarik pengunjung adalah adanya tama di sekeliling candi. Namun sejak adanya perubahan taman oleh dinas pemerintah daerah pada tahun 2018 , jumlah pengunjung jadi menurun drastis. Diperkirakan taman pada candi akan jadi sekitar 2 tahun lagi.
Sarana dan prasarana di candi kalicilik sesuai pengamatan kelompok kami masih kurang memadai, menurut penjaga candi pemerintah rencananya akan membuat gazebo dan toilet umum untuk membuat nyaman para pengunjung di candi kali cilik ini. Baru-baru ini pemerintah sudah membuatkan sumur di sekitar candi dan memberikan saluran listrik.
Masyarakat sekitar juga sangat antusias, mendengar akan dibangunnya candi kalicilik dengan berbagai fasilitas, pasalnya mereka kelak dapat membuka bisnis untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Di candi kalicilik setiap satu bulan sekali diadakan acara macapat, juga pernah diadakan acara dalang kecil. Adanya kegiatan seperti ini di harapkan dapat menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
Candi kali cilik ini juga pernah diliput oleh berbagai media massa salah satunya adalah KStv
Menurut pengurus candi bapak mariyat kendala yang dialami dalam mengurus candi ini adalah kurangnya sarana dan prasarana yang lengkap, sekaligus kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan candi kalicilik ini
Harapan untuk semua pihak, sebaiknya pemerintah desa dan pemerintah daerah mau memikirkan dan benar-benar mewujudkan rencana untuk menjadikan candi kalicilik ini menjadi objek wisata yang dapat dikenal masyarakat luas, dan mampu memberikan manfaat khususnya meningkatnya ekonomi masyarakat disekitar candi ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar